Jumat, 10 Agustus 2012

LAPORAN PENDAHULUAN PADA BAYI BARU LAHIR NORMAL

LAPORAN PENDAHULUAN
PADA BAYI BARU LAHIR NORMAL

1.      DEFINISI
BBLN ”Bayi yang baru lahir dari kehamilan 37 minggu – 42 minggu dan BBL 2500 – 4000 gram”.
(Asuhan Kesehatan anak dalam konteks keluarga, DepKes RI, 1993)
Asuhan Bayi Baru Lahir Normal ”Asuhan yang diberikan pada bayi tersebut selama jam pertama setelah melahirkan”.
(Maternal dan Neonatal, 2002, Hal: 30)

2.      CIRI-CIRI BAYI BARULAHIR NORMAL
a.       Berat badan 2500 – 4000 gr
b.      Panjang badan lahir 48 – 52 cm
c.       LIDA 30 – 38 cm
d.      LIKA 33 – 35 cm
e.       Bunyi jantung dalam menit pertama kira-kira 160x/menit, kemudian menurun -120x/menit.
f.       Pernafasan pada menit pertama cepat kira-kira 80x.menit, kemudian menurun kira-kira 40x/menit.
g.      Kulit kemerah-merahan dan licin karena jaringan subkutan cukup terbentuk dan diliputi vernix caseosa.
h.      Rambut lainnya telah tidak terlihat, rambut kepala biasanya telah sempurna.
i.        Genetalia : ♀ : Labia mayora sudah menutupi labia minora.
       ♂ : Testis sudah turun
j.        Reflek isap dan menelan sudah terbentuk dengan baik.
k.      Reflek morro sudah baik, bayi bila dikagetkan akan memperlihatkan gerakan seperti memeluk.

3.
l.        Graff reflek sudah baik, apabila diletakkan sesuatu benda diatas telapak tangan bayi akan menggenggam.                                                                       
m.    Eliminasi baik, urine dan mekonium akan keluar dalam 24 jam pertama, mekonium berwarna hitam kecoklatan.

3.      PERUBAHAN YANG TERJADI PADA BAYI BARU LAHIR
Ø  Perubahan Metabolisme Karbohidrat
Dalam waktu 2 jam setelah lahir akan terjadi penurunan kadar gula darah, untuk menambah energi pada jam-jam pertama setelah lahir diambil dari metabolisme asam lemak.
Ø  Perubahan Suhu Tubuh
Ketika bayi baru lahir, bayi berada dalam suhu lingkungan yang lebih rendah dari suhu didalam rahim ibu, akibatnya metabolisme jaringan meningkat dan kebutuhan O2 juga.
Ø  Perubahan Pernafasan
Selama dalam uterus janin mendapat O2 dari plasenta, setelah lahir melalui paru-paru bayi.
Ø  Perubahan Sirkulasi
Dengan berkembangnya paru ® tekanan O2 meningkat ® CO2 menurun mengakibatkan resistensi pembu;uh darah sehingga aliran darah meningkat,  hal ini menyebabkan darah dalam uterus pulmonalis mengalir ke paru ® puctus arterosus  menutup.
Dengan munculnya arteri dan vena umbilikasi dan terpotongnya tapi pisat, aliran darah dalam plesenta melalui vena kawa inferior dan foramen ovale ke atrium kiri terhenti, sirkulasi janin sekarang berubah menjadi sirkulasi bayi yang hidup diluar badan ibu.
Ø  Perubahan alat pencernaan, hati ginjal mulai berfungsi.



4.
4.      PENATALAKSANAAN
Segera setelah melahirkan bayi
a.       sambil secara ceepat menilai pernafasannya, letakkan bayi edngan handuk diatas perut ibu.
b.      Dengan kain bersih dan kering atau kasa lap darah dan lahir dari wajah bayi.
Untuk mencegah jalan udaranya terhalang.
c.       Klem dipotong tali pusat.
-    Mengklem tali pusat dengan dua buah klem, pada titik kira-kira 2 dan 3 cm dari pengkal pusat bayi.
-    Mempertahankan tali pusat diantara kedua kklem sambil melindungi bayi dari gunting dengan tangan kiri anda.
-    Mempertahankan kebersihan pada saat memotong tali pusat. Mengganti sarung tangan bila ternyata sudah kotor. Memotong tali pusat dengan pisau atau gunting yang steril atau disinfeksi tingkat tinggi.
-    Memeriksa tali pusat setiap 15 menit. Apabila masih ada perdarahan, lakukan pengikatan ulang yang lebih hanyat.
d.      Jagalah agar bayi tetap hangat
-    Memastikan bayi tersebut tetap hangat dan terjadi kontak antara kulit bayi dan kulit ibu.
-    Mengganti handuk atau kain yang basah, dan bungkus bayi terebut dengan selimut dan jangan lupa memastikan bahwa kepala yang telah terlindung dengan baik untuk mencegah keluarnya panas tubuh.
e.       Kontak dini dengan ibu.
-    Memberikan bayi kepada ibunya secepat mungkin untuk kehangatan.
-    Untuk ikatan batin dan pemberian ASI.
f.       Pernafasan
Periksa pernafasan dan warna kulit bayi setiap 5 menit.

5.
g.      Perawatan mata
Obat mata eritromisin 0,5%/ tetrasikklin 1% dianjurkan untuk pencegahan penyakit mata karena klamidia.
h.      Pemeriksaan fisik bayi
Ø  Gunakan tempat yang aman (hangat dan bersih) untuk pemeriksaan.
Ø  Cuci tangan sebelum dan sesudah pemeriksaan, menggunakan sarung tangan dan bertindak lembut pada saat menangani bayi.
Ø  Lihat, dengarkan dan raasakan tiap-tiap daerah, dimulai dari kepala dan berlanjut secara sistematis menuju jari kaki.
Ø  Menulis hasil pengamatan.
Pemeriksaan fisik bayi
-   Kepala                     :  Simetris/ tidak, terdapat caput succedanum/ tidak, terdapat cephal hematoma.
-   Telinga                    :  Periksa hubungan letak dengan mata dan kepala.
-   Mata                        :  Tanda-tanda infeksi yakni Pus.
-   Hidung dan Mulut  :  Bibir dan langitan, periksa adanya sumbing, reflek hisap, dinilai dengan mengamati bayi pada saat menyusu.
-   Leher                       :  Ada pembengkakan/ tidak
-   Dada                       :  Simetris/ tidak, bunyi nafas, bunyi jantung, putingnya menonjol/ tidak/
-   Bahu, lengan dan tangan gerakan normal atau tidak, jumlah jari.
-   Perut                       :  Bentuk penonjolan sekitar tali pusat pada saat menangis, perdarahan tali pusat.
Jenis kelamin
    :  Testis berada dalam skrotum, penis berulang dan pada ujung letak lubang ini.
    :  Vagina berlubang, uretra berlubang, labia minor dan mayor.
-   Tungkai dan kaki    :  Gerakan normal, tampak normal, jumlah jari.
6.
-   Punggung dan anus   : Pembengkakan/ ada cekungan, spina bifida/ tidak, ada anus/ tidak, berlubang/ tidak.
-   Kulit                        :  Verniks, warna, pembengkakan, tanda-tanda lahir.
-   Sistem syaraf          :  Adanya reflek morro, lakukan rangsangan dengan suara keras yaitu pemeriksa bertepuk tangan.
i.        Identifikasi bayi
Alat pengenal untuk memudahkan identifikasi bayi perlu dipasang segera pasca persalinan.
-    Alat yang digunakan, hendaknya keap air, dengan tepi yang harus tidak mudah melukai, tidak mudah sobek, dan tidak mudah lepas.
-    Pada alat/ gelang identifiksi harus tercantum: Nama (bayi, ibunya), tanggal lahir, nomor bayi, jenis kelamin, unit.
-    Di setiap tempat tidur harus diberi tanda dengan mencantumkan nama, tanggal lahir, nomor identifikasi.
j.        Ukurlah BB, PB, LIKA, LIDA, LILA, lingkar perut bayi dan catat rekam medis.

5.      PERAWATAN LAIN-LAIN
a.       Lakukan perawatan tali pusat.
b.      Dalam waktu 24 jam berikan imunisasi BCG, polio oral, dan hepatitis B.
c.       Ajarkan tanda-tanda bahaya bayi pada orang tua, dan beri tahu orang tua agar merujuk bayi untuk perawatan lebih lanjut.
d.      Ajarkan cara merawat bayi :
-   Memberi ASI sesuai dengan kebutujan setiap 2-3 jam mulai dari hari pertama.
-   Menjaga bayi dalam keadaan bersih, hangat dan kering dengan mengganti popok dan selimut sesuai dengan keperluan.
-   Menjaga tali pusat dalam keadaan bersih dan sehat.
7.
-   Peganglah, sayangi dan nikmati kehidupan bersama bayi.
-   Mengawasi masalah dan kesulitan pada bayi dan mintalah bantuan jika perlu.
-   Menjaga keamanan bayi terhadap trauma dan penyakit/ infeksi.
-   Mengukur suhu tubuh bayi jika tampak sakit dan menyusu kurang baik.

6.      TANDA-TANDA BAHAYA YANG HARUS DI WASPADAI PADA BBL
Ø  Pernafasan ® Sulit/ lebih dari 60 kali per menit.
Ø  Kehangatan ® Terlalu panas (> 38°C/ terlalu dingin < 36°C)
Ø  Warna ® Kuning (terutama pada 24 jam pertama), biru/ pucat, memar.
Ø  Pemberian makan ® Hisapan lemah, mengantuk berlebihan, banyak muntah.
Ø  Infeksi ® Suhu meningkat, merah, bengkak, keluar cairan/ nanah, bau busuk, pernafasan sulit.
Ø  Tinja/ kemih ® Tidak berkemih dalam 24 jam, tinja lembek, sering, hijau tua, ada lendir/ darah pada tinja.
Ø  Aktivitas ® Menggigil/ tangis tidak biasa, sangat mudah tersinggung, lemah, mudah mengantuk, lunglai, kejang halus, tidak bisa tenang, menangis terus-menerus.









8.

DAFTAR PUSTAKA

1.      Sarwono, Prawirohardjo. 2000. ilmu kebidanan. Jakarta: 2002.
2.      Asuhan Kesehatan Anak dalam Konteks Keluarga. Depkes RI: 1993.
3.      Pelayanan Kesehatan Maternal danNeonatal. Jakarta: YBP-SP.

























Tidak ada komentar:

Poskan Komentar